Kemantren, (30/01/2026) – Pemerintah Desa Kemantren terus menunjukkan keseriusan dalam mencetak generasi emas melalui program kesehatan yang terukur. Bertempat di Balai Desa Kemantren, hari ini dilaksanakan kegiatan Pleno PKK & Rapat Kerja (Raker) 2026 yang dihadiri oleh seluruh pengurus dan anggota Tim Penggerak PKK Desa Kemantren.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Kemantren, Bapak Ahmad Zaidi, S.Pd., menyampaikan tindak lanjut dari pertemuan Pra-Musrenbang Tematik Stunting yang sebelumnya digelar di tingkat Kecamatan Gedeg. Beliau menegaskan bahwa penanganan stunting bukan sekadar imbauan, melainkan komitmen nyata yang telah dituangkan dalam postur anggaran desa.
Bapak Ahmad Zaidi mengungkapkan bahwa Pemerintah Desa Kemantren telah resmi mengalokasikan anggaran khusus penanganan stunting sebesar 8% dari total Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026. Alokasi ini akan difokuskan pada program-program berdampak langsung, salah satunya adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, PMT tahun 2026 akan mengusung konsep kemandirian ekonomi desa berbasis menu makanan lokal bernutrisi bagi balita akan bersumber dari pangan lokal yang segar dan berkualitas.
Proses pengolahan dan penyediaan makanan akan melibatkan langsung para pelaku IKM (Industri Kecil Menengah) dan UMKM warga Desa Kemantren sendiri. "Langkah ini merupakan implementasi dari Misi ke-2 RPJMD 2025-2029, yaitu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui penguatan SDM yang unggul," jelas Ahmad Zaidi dalam arahannya.
Selain dukungan anggaran, Bapak Ahmad Zaidi juga mengajak jajaran PKK untuk memaksimalkan fungsi Rumah Desa Sehat (RDS) sebagai sekretariat bersama. PKK diharapkan menjadi ujung tombak dalam memantau 14 desa sasaran, terutama di Desa Kemantren yang memiliki data demografi balita dan ibu hamil yang cukup signifikan.
Dengan keterlibatan IKM lokal dalam penyediaan PMT, diharapkan dua tujuan besar dapat tercapai sekaligus: angka stunting menurun secara drastis (menuju target 11,33% tingkat kabupaten) dan ekonomi kerakyatan di Desa Kemantren semakin berdaya.
"Melalui APBDesa 2026, kami pastikan 8% Dana Desa hadir langsung di piring-piring nutrisi anak-anak kita. Kami tidak hanya ingin anak-anak Kemantren sehat, tapi kami juga ingin ekonomi warga bergerak. Dengan melibatkan IKM dan UMKM lokal dalam penyediaan PMT, kita membangun kesehatan sekaligus kesejahteraan secara bersamaan. Mari kita sukseskan gerakan cegah stunting ini demi masa depan Kemantren yang lebih hebat." Ahmad Zaidi, S.Pd. (Kepala Desa Kemantren)


















Tidak ada komentar:
Posting Komentar