• Desa Kemantren - Kec.Gedeg - Kab.Mojokerto.

  • Desa Kemantren - Kec.Gedeg - Kab.Mojokerto.

  • Desa Kemantren - Kec.Gedeg - Kab.Mojokerto.

  • Desa Kemantren - Kec.Gedeg - Kab.Mojokerto.

  • Desa Kemantren - Kec.Gedeg - Kab.Mojokerto.

Pelayanan Publik sebagai Amanah

Mengemban Amanah, Melayani Warga: Refleksi Tata Kelola Desa dalam Timbangan Kitab Faidhul Qadir

Oleh: Ahmad Zaidi, S.Pd. 

Kepala Desa Kemantren

KEMANTREN.ID — Pemerintahan desa merupakan garda terdepan pelayanan publik yang berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Setiap kebijakan yang lahir di tingkat desa, baik dalam bidang pembangunan, pemberdayaan masyarakat, pelayanan administrasi, maupun penyelesaian persoalan sosial, memiliki dampak nyata terhadap kehidupan warga.

Dalam perspektif Islam, kepemimpinan tidak hanya dipahami sebagai jabatan administratif, melainkan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Karena itu, tata kelola pemerintahan desa idealnya tidak hanya berlandaskan pada regulasi dan profesionalitas kerja, tetapi juga berpijak pada nilai-nilai etika, integritas, dan pelayanan sebagaimana diajarkan Rasulullah ﷺ.

Salah satu rujukan penting yang menjelaskan prinsip-prinsip kepemimpinan tersebut adalah Kitab Faidhul Qadir Syarah Al-Jami' ash-Shaghir karya Imam Abdurrauf Al-Munawi. 

Melalui hadis-hadis Rasulullah ﷺ yang dihimpun dan dijelaskan dalam kitab tersebut, terdapat sejumlah pelajaran berharga yang relevan dengan penyelenggaraan pemerintahan desa saat ini.

Pelayanan Publik sebagai Amanah

Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus menjadi pihak yang memudahkan urusan masyarakat, bukan sebaliknya.

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ، فَاشْقُقْ عَلَيْهِ، وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ، فَارْفُقْ بِهِ

"Ya Allah, barang siapa yang mengurus urusan umatku lalu ia menyusahkan mereka, maka susahkanlah ia. Dan barang siapa yang mengurus urusan umatku lalu ia bersikap lembut kepada mereka, maka berlembutlah kepada dirinya." (Faidhul Qadir, Juz 2, hlm. 154)

Imam Al-Munawi menjelaskan bahwa doa tersebut mengandung prinsip keadilan ilahiah. 

Pemimpin yang mempersulit urusan rakyat akan mendapatkan balasan yang setimpal, sedangkan mereka yang mempermudah dan melayani dengan penuh kasih sayang akan memperoleh kemudahan dari Allah SWT.

Relevansi bagi Pemerintahan Desa

Dalam konteks pemerintahan desa, pesan hadis ini mengajarkan bahwa pelayanan administrasi harus dilaksanakan secara cepat, transparan, dan tidak berbelit-belit. Aparatur desa dituntut untuk responsif terhadap kebutuhan warga, mulai dari pelayanan surat-menyurat, bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, hingga penyelesaian persoalan kemasyarakatan.

Pelayanan yang baik bukan sekadar memenuhi target kinerja, tetapi merupakan bagian dari ibadah dan bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat.

Perangkat Desa sebagai Mitra Integritas

Keberhasilan pemerintahan desa tidak hanya bergantung pada seorang kepala desa. Tata kelola yang baik lahir dari kerja sama seluruh unsur pemerintahan yang memiliki integritas dan komitmen terhadap pelayanan masyarakat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِالْأَمِيرِ خَيْرًا جَعَلَ لَهُ وَزِيرَ صِدْقٍ، إِنْ نَسِيَ ذَكَّرَهُ، وَإِنْ ذَكَرَ أَعَانَهُ

"Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang pemimpin, Allah akan menjadikan baginya pembantu yang jujur. Jika ia lupa, maka diingatkan; dan jika ia ingat, maka dibantu."(Faidhul Qadir, Juz 1, hlm. 248)

Menurut Imam Al-Munawi, yang dimaksud dengan wazir shidq (pembantu yang jujur) bukan hanya jujur dalam perkataan, tetapi juga dalam tindakan. Mereka hadir untuk menjaga kemaslahatan masyarakat, mengingatkan ketika terjadi kekeliruan, dan membantu mewujudkan kebijakan yang lebih baik.

Budaya Saling Mengingatkan

Dalam pemerintahan desa, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui budaya kerja yang sehat antara Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kepala Urusan (Kaur), Kepala Seksi (Kasi), Kepala Dusun (Kasun), serta seluruh unsur kelembagaan desa.

Setiap perangkat desa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga integritas pemerintahan, memberikan masukan yang konstruktif, serta mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Partisipasi Warga sebagai Pilar Tata Kelola Desa

Pemerintahan yang baik tidak dapat berjalan tanpa partisipasi masyarakat. Warga desa bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga mitra strategis dalam mengawal jalannya pemerintahan.

Prinsip tersebut sejalan dengan sabda Rasulullah ﷺ:

الدِّينُ النَّصِيحَةُ قُلْنَا لِمَنْ؟ قَالَ: لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ

"Agama adalah nasihat." Kami bertanya, "Untuk siapa?" Beliau menjawab, "Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan seluruh kaum muslimin."(HR. Muslim; Faidhul Qadir, Juz 4, hlm. 26)

Hadis ini menunjukkan bahwa memberikan masukan kepada pemimpin merupakan bagian dari ajaran agama. Namun demikian, Islam juga mengajarkan agar nasihat disampaikan dengan cara yang baik, santun, serta berorientasi pada perbaikan.

Kritik yang Membangun

Partisipasi masyarakat dapat diwujudkan melalui forum musyawarah desa, penyampaian aspirasi secara terbuka, pengawasan pembangunan, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Kritik yang berbasis data dan solusi akan lebih bermanfaat dibandingkan penyebaran informasi yang belum terverifikasi atau perdebatan yang justru memecah persatuan warga. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat harus dibangun di atas semangat musyawarah, gotong royong, dan saling menghormati.

Mewujudkan Desa yang Melayani

Hakikat kepemimpinan adalah pelayanan. Semakin besar amanah yang diemban, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Faidhul Qadir mengajarkan bahwa keberhasilan pemerintahan tidak semata-mata diukur dari banyaknya program yang terlaksana, tetapi juga dari kualitas pelayanan, kejujuran aparatur, dan partisipasi masyarakat dalam membangun desa.

Ketika pemerintah desa mampu memberikan pelayanan yang adil dan profesional, sementara masyarakat berpartisipasi secara konstruktif, maka akan tercipta tata kelola pemerintahan yang sehat, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Penutup

Balai Desa bukan sekadar pusat administrasi pemerintahan, melainkan ruang pengabdian dan pelayanan bagi masyarakat. Amanah yang diemban oleh setiap aparatur desa harus dijalankan dengan integritas, keikhlasan, dan semangat melayani.

Semoga nilai-nilai kepemimpinan yang diajarkan Rasulullah ﷺ dapat menjadi pedoman dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang profesional, partisipatif, dan berkeadilan, sehingga cita-cita mewujudkan Desa Kemantren yang maju, sejahtera, dan berkah dapat terus diwujudkan bersama.

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

(Opini dan Wawasan Pemerintahan Desa Kemantren)

Share:

Pendaftaran Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (P3H) Dibuka!

 

📢 Pendaftaran Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (P3H) dibuka!

Halal Center UMSURA mengundang mahasiswa, alumni, dosen, tenaga kependidikan, praktisi, dan masyarakat umum untuk mengikuti Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (P3H).


✨ Benefit:

• E-Sertifikat Pelatihan

• Peningkatan kompetensi di bidang sertifikasi halal

• Kesempatan menjadi Pendamping Proses Produk Halal (P3H)


📝 Daftar sekarang:

🔗 https://forms.gle/a1n5vGqtWngMVn9c9


📞 Informasi:

Admin HC UMSURA

WA: +62 881-0221-68164


Mari berkontribusi dalam penguatan ekosistem halal Indonesia bersama Halal Center UMSURA.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Share:

Posyandu ILP Sedap Malam Layani Balita, Lansia, dan Masyarakat Usia Produktif

Kemantren, 12 Juni 2026 – Pemerintah Desa Kemantren bersama  TP PKK Desa Kemantren melaksanakan kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Sedap Malam yang bertempat di Posyandu ILP Dusun Kemantren pada Jumat (12/06/2026). Kegiatan ini diikuti oleh balita, lansia, serta masyarakat usia produktif sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh. 


Kegiatan yqng Dihadiri langsung Oleh Ibu Dzaki4oh,M.pd Letua TP PKK Desa Kemantren diawali dengan senam lansia yang dilaksanakan pukul 08.30 WIB. Para peserta tampak antusias mengikuti gerakan senam yang bertujuan menjaga kebugaran tubuh serta meningkatkan kesehatan fisik dan mental para lanjut usia.Selanjutnya, pukul 09.00 WIB dilaksanakan Posbindu dan Posyandu Lansia yang meliputi pemeriksaan kesehatan seperti penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar perut, serta pemeriksaan tekanan darah. Selain itu, peserta juga mendapatkan layanan konsultasi kesehatan dan pemeriksaan gula darah secara gratis.


Pada pukul 09.30 WIB hingga selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Posyandu Balita. Dalam kegiatan ini dilakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA), serta lingkar kepala untuk memantau tumbuh kembang anak secara berkala. Para orang tua juga mendapatkan edukasi mengenai gizi dan kesehatan anak dari kader kesehatan dan petugas yang hadir.

Ketua TP PKK Desa Kemantren Ibu Dzakiroh,S.pd menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu, tenaga kesehatan, TP PKK, serta masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Melalui Posyandu ILP, diharapkan pelayanan kesehatan dasar dapat menjangkau seluruh kelompok usia sehingga masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Dengan terselenggaranya kegiatan Posyandu ILP Sedap Malam ini, Pemerintah Desa Kemantren berkomitmen untuk terus mendukung program kesehatan masyarakat guna mewujudkan warga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.


Share:

Penyaluran Bantuan Pangan Tahap Akhir Tahun 2026 di Desa Kemantren Berjalan Lancar


            Kemantren, 11 Juni 2026 – Pemerintah Desa Kemantren telah melaksanakan kegiatan penyaluran Bantuan Pangan (BAPANG) periode Februari dan Maret 2026 (Tahap Akhir) kepada warga yang terdaftar sebagai Penerima Bantuan Pangan (PBP). Kegiatan berlangsung pada Kamis (11/06/2026) bertempat di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Tujuan kegiatan penyaluran Bantuan Pangan (BAPANG) ini diadakan di Koperasi Desa Merah Putih sebagai pengenalan Koperasi Desa yang baru saja di buka pada 5 Juni 2026 kemarin.



        Sebanyak 696 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan pangan yang disalurkan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan proses penyaluran, pengambilan bantuan dibagi menjadi dua sesi berdasarkan nomor urut undangan. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Para penerima bantuan hadir dengan membawa dokumen persyaratan yang telah ditentukan, yaitu surat undangan asli, KTP asli, dan Kartu Keluarga (KK) asli. Petugas juga melakukan verifikasi data guna memastikan bantuan diterima oleh penerima yang berhak.





Pemerintah Desa Kemantren menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah mematuhi jadwal pengambilan serta kepada seluruh petugas dan pihak terkait yang telah mendukung kelancaran kegiatan penyaluran bantuan pangan ini.  Program Bantuan Pangan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta meningkatkan ketahanan pangan keluarga penerima manfaat. Diharapkan bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mendukung kebutuhan rumah tangga sehari-hari.Dengan terlaksananya kegiatan ini, Pemerintah Desa Kemantren berkomitmen untuk terus mendukung dan mengawal berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Pemerintah Desa Kemantren

"Bersama Membangun Desa yang Maju, Mandiri, dan Sejahtera."







Share:

Pemerintah Desa Kemantren Salurkan PMT Berbahan Hasil P2L Guna Wujudkan Zero Stunting

 

        Kemantren 10 Juni 2026 - Usung Komitmen "Zero Stunting", Pemdes Kemantren Salurkan PMT Bernutrisi dari Hasil Panen P2L Kabatren Asri

KEMANTREN.ID, MOJOKERTO – Pemerintah Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, terus menunjukkan langkah nyata dan komitmen kuatnya dalam mewujudkan generasi sehat bebas stunting (Zero Stunting). 

Komitmen ini dibuktikan melalui kegiatan penyaluran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dilaksanakan di Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer ) Posyandu Bougenville Kangkungan pada Rabu (10/06/2026).

Kegiatan yang didanai secara penuh melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) Tahun 2026 ini hadir dengan inovasi yang membanggakan. 

Pemdes Kemantren tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga secara cerdas turut memberdayakan ekonomi kerakyatan dengan menggandeng pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) lokal.

​Lebih istimewa lagi, seluruh menu PMT yang dibagikan merupakan olahan pangan sehat yang bahan bakunya dipetik langsung dari hasil panen Pekarangan Pangan Lestari (P2L) "Kabatren Asri" Desa Kemantren. Sinergi antara program kesehatan dan ketahanan pangan desa ini membuktikan bahwa masyarakat Kemantren mampu mandiri dalam mengelola sumber daya alamnya untuk menutrisi warganya sendiri.

Ibu-ibu kader dan warga tampak antusias sejak proses panen sayur-mayur hingga pembagian PMT di lokasi posyandu. Menu bergizi yang diolah oleh IKM lokal tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing rentang usia sasaran layanan.

Adapun rincian menu dan sasaran layanan PMT kali ini adalah sebagai berikut:

1. ​Bayi usia 0 - 6 bulan: Puding Waluh sebanyak 35 cup. (Sangat baik untuk pencernaan dan kaya akan vitamin A).

2. ​Balita usia 1 tahun: Salad Buah segar sebanyak 25 cup.

3. ​Lansia & Usia Produktif: Salad Buah segar sebanyak 65 cup.

​Langkah strategis kolaborasi antara Pemdes, Kader Posyandu, Kelompok P2L, dan IKM lokal ini diharapkan dapat memberikan dampak ganda (multiplier effect). 

Di satu sisi, angka stunting dapat ditekan hingga titik nol melalui asupan gizi yang baik, dan di sisi lain, perekonomian warga yang tergabung dalam P2L dan IKM semakin berdaya.

Mari bersama kita wujudkan Desa Kemantren yang Sehat, Mandiri, dan Sejahtera!















Share:

Dukung Tertib Administrasi Keagamaan, Pemdes Kemantren Dampingi KUA Gedeg Sukseskan Program "Album Masjid Digital"


        ​KEMANTREN.ID – Pemerintah Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, berkomitmen penuh mendukung program pembuatan "Album Masjid Digital" yang diinisiasi oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto. Guna menyukseskan program tersebut, aparatur desa turun langsung ke lapangan mendampingi petugas dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gedeg dalam melakukan pendataan kelengkapan sarana ibadah pada Selasa (09/06/2026).

       ​Kegiatan pendataan yang menargetkan masjid, musholla, dan majelis taklim ini dilaksanakan berdasarkan Surat Tugas dari KUA Kecamatan Gedeg. Proses pendataan dan pengambilan foto bangunan tempat ibadah ini dijadwalkan berlangsung sejak tanggal 2 Juni hingga 31 Juli 2026.


        ​Kepala Desa Kemantren, Ahmad Zaidi, S.Pd., menyampaikan dukungan dan apresiasi penuhnya terhadap langkah Kemenag tersebut. Beliau menilai program ini selaras dengan visi desa dalam mewujudkan tata kelola administrasi yang baik.

        ​"Kami menyambut baik dan sangat mengapresiasi kegiatan pendataan dari KUA ini. Hal ini sangat penting dalam rangka mewujudkan tertib manajemen, khususnya terkait kegiatan sosial dan keagamaan yang ada di Desa Kemantren. Dengan data yang terpusat dan terdigitalisasi, ke depannya upaya kita bersama untuk memakmurkan masjid dan musholla bisa lebih terarah," ungkap Bapak Ahmad Zaidi, S.Pd.





         ​Sebagai wujud sinergi yang nyata, Pemdes Kemantren menugaskan para Kepala Dusun (Kasun) untuk mengawal langsung jalannya pendataan di wilayah masing-masing. Tampak di lapangan, Kasun Kangkungan, Kasun Kemantren, dan Plt. Kasun Banci aktif mendampingi para petugas penyuluh agama dari KUA Kecamatan Gedeg.



          ​Kehadiran para perangkat desa di lapangan ini bukan tanpa alasan. Para Kasun bertugas untuk membantu kelancaran mobilitas petugas KUA sekaligus memastikan bahwa proses pengisian instrumen data—seperti titik koordinat lokasi, kepengurusan takmir, status tanah, hingga rincian kegiatan keagamaan—benar-benar akurat, valid, dan sesuai dengan fakta kondisi yang ada di lapangan.





         ​Diharapkan melalui sinergi yang apik antara Pemdes Kemantren dan KUA Kecamatan Gedeg ini, seluruh sarana prasarana ibadah umat Islam di Desa Kemantren dapat terdata secara komprehensif di sistem Album Masjid Digital. Pendataan yang tertib administrasi ini nantinya akan sangat bermanfaat sebagai acuan pembinaan dan peningkatan syiar keagamaan di masyarakat Desa Kemantren.

Penulis: Tim Redaksi Web Desa Kemantren

Kategori: Berita Desa / Kegiatan Desa


Share:

Banggakan Warga, Desa Kemantren Sukses Meraih Juara 2 Lomba Desa Berseri Kabupaten Mojokerto Tahun 2026

         MOJOKERTO, kemantren.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg. Tepat pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2026, Desa Kemantren resmi dinobatkan sebagai Juara 2 dalam ajang "Lomba Desa Berseri" tingkat Kabupaten Mojokerto.




       Penghargaan bergengsi ini diterima langsung oleh Kepala Desa Kemantren, Bapak Ahmad Zaidi, S.Pd., dalam puncak acara Gerakan Mojokerto ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah) yang mengusung tema "Aksi Nyata Untuk Alam Semesta". Acara tersebut diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto bertempat di Lapangan Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, pada Sabtu pagi (06/06/2026).

​       Penyerahan trofi, piagam penghargaan, serta dana pembinaan senilai Rp 4.500.000 diserahkan langsung di atas panggung kehormatan. Berdasarkan pantauan, penghargaan tersebut diserahkan dengan disaksikan oleh jajaran pimpinan daerah, termasuk Wakil Bupati Mojokerto, Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Ibu Shofiya Hanak Albarraa, Lc., serta Kepala DLH Kabupaten Mojokerto, Drs. Rachmat Suharyono.

       Dalam keterangannya, Kepala Desa Kemantren, Bapak Ahmad Zaidi, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat Desa Kemantren. "Alhamdulillah, penghargaan Juara 2 Desa Berseri ini adalah bukti nyata dari kerja keras, gotong royong, dan kepedulian seluruh warga Desa Kemantren terhadap kelestarian lingkungan. Ini bukan sekadar piala, melainkan apresiasi atas gaya hidup sehat dan bersih yang telah kita bangun bersama," ujar Bapak Ahmad Zaidi.




      ​Lebih lanjut, beliau berharap agar prestasi ini tidak membuat warga cepat berpuas diri, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan desa. "Mari kita jadikan momentum ini untuk semakin solid menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah dengan baik, dan terus menghijaukan Desa Kemantren. Aksi nyata kita hari ini adalah warisan untuk anak cucu kita kelak," tambahnya. ​Lomba Desa Berseri sendiri merupakan program penilaian komprehensif dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk desa-desa yang dinilai berhasil dalam pengelolaan lingkungan hidup, penghijauan, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan (Desa Bersih dan Lestari).

​       Dengan diraihnya penghargaan ini, Pemerintah Desa Kemantren berkomitmen untuk terus mendukung program-program ramah lingkungan serta mempertahankan predikat sebagai salah satu desa terbersih dan terindah di Kabupaten Mojokerto.


​Penulis: Tim Redaksi Web Desa Kemantren

Kategori: Berita Desa / Lingkungan Hidup

Sumber Foto: Dokumentasi Pemdes Kemantren

Share:

Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Desa Kemantren: Hijau Bumiku, Mandiri Panganku!

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemdes Kemantren Hijaukan Desa dan Pacu Ketahanan Pangan

KEMANTREN.ID, GEDEG – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemerintah Desa Kemantren menggelar aksi nyata pelestarian alam dan penguatan pangan lokal melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L). 

Kegiatan ini melibatkan TP-PKK, kader desa, serta masyarakat setempat.

​Tanam Pohon dan Bagi Bibit WargaUntuk menjaga kelestarian ekosistem desa, Pemdes Kemantren melakukan penanaman pohon kelapa di area fasilitas umum .

Selain penghijauan di fasilitas publik, semangat ini ditularkan langsung ke pemukiman warga,para kader membagikan bibit tanaman produktif dalam polibek agar warga dapat menghijaukan pekarangan rumah masing-masing.

​Optimalisasi P2L "Mawar Bersemi"

Sejalan dengan misi lingkungan, Pemdes Kemantren juga memacu produktivitas Greenhouse P2L "Mawar Bersemi" yang dikelola aktif oleh kader PKK . 

Tempat ini menjadi pusat budidaya sayuran organik terpadu.

​Guna memastikan hasil yang maksimal, warga rutin melakukan perawatan intensif.  para kader bergotong-royong merawat tanaman merambat jenis gambas serta membersihkan rumput liar di sekitar bedengan.

​Panen Sayur Organik Melimpah

​Kerja keras tersebut membuahkan hasil nyata. Dalam momen peringatan ini, warga memanen berbagai komoditas sayur organik segar yang tumbuh subur, mulai dari pakcoy, terong ungu, hingga buah gambas 

Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, Pemdes Kemantren mengajak seluruh masyarakat untuk konsisten menjaga kebersihan, gemar menanam, dan memanfaatkan pekarangan rumah demi mewujudkan desa yang asri, mandiri, dan sejahtera.

​(Tim Redaksi Kemantren.id)












 



Share:

Pemerintahan Desa

Perangkat Desa:

KEPALA DESA
SEKRETARIS DESA
KAUR UMUM & PERENCANAAN
KAUR KEUANGAN
KASI PEMERINTAHAN
KASI PELAYANAN
KADUS KEMANTREN
KADUS KANGKUNGAN
KADUS BANCI

 



Berita Populer

Labels

Blog Archive

APBDesa Tahun 2025