Usung Komitmen "Zero Stunting", Pemdes Kemantren Salurkan PMT Bernutrisi dari Hasil Panen P2L Kabatren Asri
KEMANTREN.ID, MOJOKERTO – Pemerintah Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, terus menunjukkan langkah nyata dan komitmen kuatnya dalam mewujudkan generasi sehat bebas stunting (Zero Stunting).
Komitmen ini dibuktikan melalui kegiatan penyaluran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dilaksanakan di Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer ) Posyandu Bougenville Kangkungan pada Rabu (10/06/2026).
Kegiatan yang didanai secara penuh melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) Tahun 2026 ini hadir dengan inovasi yang membanggakan.
Pemdes Kemantren tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga secara cerdas turut memberdayakan ekonomi kerakyatan dengan menggandeng pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) lokal.
Lebih istimewa lagi, seluruh menu PMT yang dibagikan merupakan olahan pangan sehat yang bahan bakunya dipetik langsung dari hasil panen Pekarangan Pangan Lestari (P2L) "Kabatren Asri" Desa Kemantren. Sinergi antara program kesehatan dan ketahanan pangan desa ini membuktikan bahwa masyarakat Kemantren mampu mandiri dalam mengelola sumber daya alamnya untuk menutrisi warganya sendiri.
Ibu-ibu kader dan warga tampak antusias sejak proses panen sayur-mayur hingga pembagian PMT di lokasi posyandu. Menu bergizi yang diolah oleh IKM lokal tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing rentang usia sasaran layanan.
Adapun rincian menu dan sasaran layanan PMT kali ini adalah sebagai berikut:
1. Bayi usia 0 - 6 bulan: Puding Waluh sebanyak 35 cup. (Sangat baik untuk pencernaan dan kaya akan vitamin A).
2. Balita usia 1 tahun: Salad Buah segar sebanyak 25 cup.
3. Lansia & Usia Produktif: Salad Buah segar sebanyak 65 cup.
Langkah strategis kolaborasi antara Pemdes, Kader Posyandu, Kelompok P2L, dan IKM lokal ini diharapkan dapat memberikan dampak ganda (multiplier effect).
Di satu sisi, angka stunting dapat ditekan hingga titik nol melalui asupan gizi yang baik, dan di sisi lain, perekonomian warga yang tergabung dalam P2L dan IKM semakin berdaya.
Mari bersama kita wujudkan Desa Kemantren yang Sehat, Mandiri, dan Sejahtera!






































































