KEMANTREN ID, GEDEG – Semangat belajar dan mendekatkan diri kepada Al-Qur'an di usia senja kini memiliki wadah resmi di Desa Kemantren. Yayasan Darussadah yang berlokasi di Dusun Banci, Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Mojokerto, secara resmi memperkenalkan program terobosan baru bernama Majelis Taklim Qur'an Lansia Al-Mubarak atau yang akrab disingkat MTQ Al-Mubarak. Program ini didirikan khusus sebagai ruang pembinaan spiritual bagi ibu-ibu lanjut usia (lansia) agar dapat memperbaiki bacaan Al-Qur'an (Tahsin) sekaligus menjaga hafalan ayat-ayat pendek (Tahfidz). Gerakan nyata ini hadir untuk mengentaskan kesalahan baca serta menuntun para lansia menuju kelancaran dalam melafalkan kitab suci.
Keistimewaan dari MTQ Al-Mubarak ini tidak lepas dari sosok pendiri sekaligus pengasuhnya, yaitu Ibu Dzakiroh, S.H.I., M.Pd. Beliau dikenal luas sebagai sosok akademisi yang berdedikasi tinggi di bidang pendidikan dan keagamaan. Menariknya, selain mendirikan dan mengasuh majelis taklim tersebut, Ibu Dzakiroh juga mengemban amanah sebagai Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Darul Hikmah yang juga berada di bawah naungan Yayasan Darussadah. Kiprah sosial beliau di desa pun sangat luas, di mana beliau turut aktif mengabdi sebagai Bunda PAUD Desa sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Desa Kemantren.
Pada pertemuan perdana mengaji MTQ Al-Mubarak, suasana haru sekaligus khidmat menyelimuti ruangan saat puluhan lansia berkumpul. Selaku Ketua TP PKK Desa Kemantren sekaligus pengasuh majelis, Ibu Dzakiroh memberikan untaian kata sambutan hangat yang membakar semangat para jamaah lansia yang hadir.
"Melalui TP PKK Desa Kemantren, kami ingin memastikan bahwa pemberdayaan masyarakat menyentuh seluruh lapisan usia, termasuk para ibu lansia. Hari ini, pada pertemuan perdana mengaji MTQ Al-Mubarak, hati saya sangat terharu melihat semangat Ibu-Ibu semua. Di majelis ini, kita tidak hanya belajar memperbaiki bacaan Al-Qur'an, tetapi juga membangun ruang silaturahmi yang hangat dan membahagiakan. Menjaga semangat belajar di usia senja adalah bukti nyata bahwa tidak ada kata terlambat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga langkah awal kita hari ini membawa keberkahan dan ketenteraman hingga akhir hayat bagi seluruh keluarga di Desa Kemantren," ungkap Ibu Dzakiroh dengan penuh takzim.
Melalui sentuhan keibuan dan metode pengajaran yang penuh kesabaran, Ibu Dzakiroh berkomitmen mendampingi para lansia agar terbebas dari buta aksara Al-Qur'an dan mampu membaca dengan tartil serta tajwid yang benar. Menghadirkan suasana belajar yang ramah lansia, Ibu Dzakiroh sengaja mengemas proses belajar dengan sangat santai. Pembelajaran sering kali diselingi dengan guyonan (canda tawa) hangat agar suasana tidak tegang atau sepaneng. Tidak hanya itu, agar tidak membosankan, beliau juga menyisipkan cerita-cerita hikmah serta penjelasan tafsir ringan mengenai kandungan ayat yang sedang dipelajari. Metode yang komunikatif dan penuh keakraban inilah yang membuat ibu-ibu lansia merasa sangat nyaman, senang, dan betah selama belajar.
Lebih dari sekadar memperbaiki bacaan, Ibu Dzakiroh memiliki motivasi mendalam untuk menumbuhkan semangat menghafal Al-Qur'an di kalangan lansia. Beliau menyadari bahwa di usia senja, kondisi kesehatan fisik—terutama ketajaman penglihatan—lambat laun pasti akan menurun, sehingga untuk membaca Al-Qur'an pun sering kali harus menggunakan mushaf berukuran besar. Oleh karena itu, Ibu Dzakiroh ingin membekali para lansia agar bisa menjadi Ahlul Qur'an yang mandiri. Dengan menghafal, mereka kelak bisa tetap ndres (mengulang hafalan) kapan saja dan di mana saja tanpa harus selalu membuka atau membawa mushaf Al-Qur'an. Kemudahan ini membuat mereka tetap bisa melantunkan ayat suci di tengah kesibukan harian, baik saat sedang memasak di dapur, menyapu rumah, maupun dalam aktivitas lainnya. Bekal hafalan inilah yang diharapkan dapat menemani hari-hari tua para peserta agar selalu dipenuhi dengan keberkahan Al-Qur'an hingga akhir hayat.
Kehadiran MTQ Al-Mubarak rupanya telah lama dinanti oleh warga Dusun Banci dan sekitarnya. Hal ini terbukti dari ledakan antusiasme warga yang terus konsisten sejak awal dirintis. Kegiatan majelis ini rutin dilaksanakan setiap satu minggu sekali, yakni pada hari Selasa selepas waktu zuhur hingga menjelang asar. Sejak satu kali pertemuan perdana hingga saat ini—meski baru berdiri selama beberapa bulan saja—majelis taklim ini selalu dipadati oleh sekitar 40 hingga 50 peserta lansia di setiap pertemuannya. Gurat senyum dan semangat membara dari ibu-ibu lansia ini tidak pernah surut. Suasana di setiap pertemuan pun selalu berlangsung dengan penuh kehangatan, haru, dan kekhidmatan saat para lansia menyimak dan melantunkan ayat-ayat suci bersama-sama.
Melalui hadirnya majelis taklim ini, Dusun Banci Kemantren kini semakin hidup dengan syiar Al-Qur'an. Kolaborasi antara lembaga yayasan, ketokohan Ibu Dzakiroh selaku pendiri dan pengasuh, serta peran aktif beliau di TP PKK, PAUD, dan MDT Darul Hikmah diharapkan mampu membawa dampak sosial-keagamaan yang semakin positif. Semoga langkah mulia ini terus berjalan istikamah, menginspirasi wilayah lain, dan membawa keberkahan yang melimpah bagi seluruh masyarakat Desa Kemantren.
#KemantrenID #DesaKemantren #YayasanDarussadah #MTQAlMubarak #MDTDarulHikmah #TahsinLansia #GedegMojokerto #BundaPAUDKemantren #PKKKemantren











Tidak ada komentar:
Posting Komentar